Tragedy in love [ Teaser ]

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=231560223889651&id=100011070241444&refid=17&_ft_=top_level_post_id.130892983981640

Iklan

Black Heart – Chapter 7

Black Heart – Chapter 7 . A Fanfiction By. Babychan

A cover By. Fanrene kim

Marriage life , Romance , Sadness , Drama.

Chapter, PG-19

• Oh sehun Exo
• Yoon Yoona Snsd
• Park Jiyeon T-ara / Kim Sara
• Oh Sena ( baby ) ulzzang / Kim Sena
• Jung Hoseok Bts

Ff ini adalah hasil pemikiran Babychan tanpa memplagiat karya orang lain atau ide orang lain. Mereka milik Tuhan , orang tua dan Fans. Babychan hanya meminjam untuk dijadikan Cast agar cerita ini beraroma, dan babychan tidak bermaksud melecehkan fandom manapun.

Note : hai, Babychan kembali lagi dengan membawa Fanfiction mariage life. Ada yang kangen Fanfiction buatan Babychan ini. Oh tidak ya sudah lah, terima chanyeol.

Kunjungi Fanspage : https://m.facebook.com/kumpulan.ffi/?ref=opera_speed_dial

Teaser : https://m.facebook.com/photo.php?fbid=157511184800870&id=100016259687031&set=gm.1685687031463981&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=EH-R

Chapter 1 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1686337108065640&refid=18&ref=opera_speed_dial&_ft_=qid.6455096273811858877%3Amf_story_key.1686337108065640%3Atop_level_post_id.1686337108065640%3Atl_objid.1686337108065640&__tn__=%2As-R

Chapter 2 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1687716497927701&refid=18&ref=opera_speed_dial&_ft_=qid.6455881621569151701%3Amf_story_key.1687716497927701%3Atop_level_post_id.1687716497927701%3Atl_objid.1687716497927701&__tn__=%2As-R

Chapter 3 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1688475077851843&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=%2As-R

Chapter 4 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1696069320425752&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=%2As-R

Chapter 5 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1697243363641681&refid=7&ref=opera_speed_dial&_ft_=qid.6459249790617668812%3Amf_story_key.-794076641087074430&__tn__=%2As-R

Chapter 6 : https://m.facebook.com/groups/1036714103027947?view=permalink&id=1698302813535736&refid=18&ref=opera_speed_dial&__tn__=%2As-R

« 사랑의 순간 내 마음에 감동 나는 힘이 없었습니다 피
하려고합니다 둘 다 가지고 있지만 다시 사랑에 빠지다
salang-ui sungan nae ma-eum-e gamdong naneun him-i eobs-eossseubnida pihalyeogohabnida dul da gajigo issjiman dasi salang-e ppajida »

Happy Reading!!!

Akhir pekan Jiyeon menghabiskan untuk liburan dengan Sena, dia benar-benar menepati janji untuk memulai hidup baru bersama Sena, hanya ada dia dan Sena saja tanpa sosok yang dirindukan Sena atau sejenisnya.

Mulai hari ini Sena sudah masuk sekolah kembali dan dia sudah bekerja diperusahaan perhotelan yang telah dikelola oleh Kim Jongdae sejak dulu, perusahaan ini hampir bangkrut sebenarnya tetapi keteguhan dan semangat Jiyeon Perusahaan ini bangkit. lalu Kim Jongdae menyerahkan kepada Jiyeon, sedangkan dirinya menekuni toko roti terbesar di korea selatan.

” Bacakan jadwal hari ini Mr. Jeon!.” Perintah Jiyeon sambil sibuk dengan laporan didepannya.

Jeon Jungkook siap membuka suaranya untuk membaca jadwal bosnya. ” Hari ada 4 jadwal, pagi harus bertemu Klain dari Amerika, lalu pertemuan dengan Mr. John -”

” Bukannya Mr. John termasuk Klain dari Amerika?.” Protes Jiyeon damai, sedangkan namja setahun lebih muda yang kini menjabat sekretarisnya menampilkan gigi putihnya.

” Hehe sama ya?. Berarti sajangmin punya 3 jadwal hari ini.” Ceringan Jeon Jungkook membuat Jiyeon harus menahan napas.

” Cepat sebutkan, jangan berbelit-belit Mr.Jeon.” Kata jiyeon yang kini menatap Jungkook.

” Oke, Oke. Jangan menatap seperti itu, nanti Nonna jatuh cinta padaku.” Gurauan Jungkook yang tidak ada lucu-lucunya.

” Ini dikantor jadilah bersikap sopan mr. Jeon.” Tegas jiyeon membuat Jungkook berkekeh kecil, hari ini Bosnya tidak sedang ingin bercanda.

” Baiklah. Pagi ini sampai menjelang siang Sajangmin akan bertemu Mr. John untuk membahas pembangunan hotel di Amerika dan LA. Setelah makan siang pertemuan antara Mr. Xi Klain dari Beijing China, lalu pertemuan dengan Direktur Park Corp dari Seoul.” Seru Jungkook. Jiyeon berhenti membaca ketika mendengar nama Park Corp lalu menatap Jungkook.

” Waeyo?.” Tanya jungkook ketika mata indah jiyeon menatapnya.

” Park Corp katamu?.” Tanya jiyeon meminta penjelasan yang lebih rinci kepada Jungkook.

Jungkook mengangguk kepalanya ” bukannya kemarin Sajangmin menyetujui bekerja sama dengannya.” Kata jungkook.

” Mr. Jeon.” Tegas jiyeon membuat jungkook takut.

” Park Corp adalah perusahaan dibidang pariwisata yang ada di Jeju dipimpin oleh putra Park Hyun Jeo sendiri Park Chanyeol, Kemarin beliau memberikan kerjasama dengan perusahaan kita dengan 15% sebagai aset kita.” Penjelasan Jungkook menyulutkan emosi Jiyeon.

” Batalkan.” Marah Jiyeon sambil mengebrak meja kerjannya membuat Jungkook kaget setengah mati.

” Nde?.”

” Batalkan kerjasama dengan Perusahaan itu, sekarang!!.” Perintah jiyeon membuat jungkook langsung keluar untuk mengerjakan perintah Bosnya yang tidak jelas itu.

Kadang kepribadian Jiyeon yang dikenal Kim Sara sulit ditebak, jika bukan karena Jiyeon menolong jungkook yang hampir bunuh diri itu, mungkin dia sudah mati. Tidak ada diruangan yang cukup megah untuk seorang sekretaris lebih 4tahun ini. Dia cukup bersyukur karena Jiyeon memberi kehidupan yang layak kepadanya, dan dia sudah berjanji akan melakukan apa saja untuk membalas budi.
Termasuk memenuhi perintah yang tidak masuk akal ini.

***

Setelah memutuskan kerjasama antara perusahan Lotte Hotels Internasional yang dipimpin oleh jiyeon sendiri dengan Park Corp. Perusahaan ini terbesar dikorea selatan dan merupakan pusat hotel seluruh dunia. Tidak hanya perhotelan, perusahaan ini merupakan perusahaan multiinternasional yang diaktif di Korea Selatan dan Jepang yang dipimpin oleh Zhang Yixing, anak dari adik kakeknya.

Jika kehilangan kesempatan untuk bekerjasama maka jangan tanya pasti perusahaan itu akan memburuk atau bahkan bangkrut. 15% akan dicabut, meskipun perusahan itu memilik 85% maka tidak lupuk dari kehancuran.

Seperti yang terjadi di perusahaan Park Corp sendiri yang telah kehilangan kerjasama dengan hotel terbesar itu menjadi semakin rumit saja, tanpa ada alasan yang jelas. Park Chanyeol yang mendengarkan itu dari Sekretarisnya langsung marah, bagaimana bisa mereka memutuskan secara sepihak seperti itu tanpa penjelasan yang tepat.

” Mrs. Han, tolong usahakan agar aku bisa bertemu dengan Direktur utama Perusahan Lotte itu.” Perintahnya. Gadis bermarga Han itu keluar setelah mengangguk kepalanya.

Park Chanyeol memijat kening bagaimana bisa mereka memutuskan secara mendadak tanpa ada pemberitahuan.
” Brengsek.” Umpatannya.

Mrs. Han memasuki ruangan Park Chanyeol dengan wajah menunduk ” Maaf Sajangmin, Mereka menolak bertemu.” Kata Mrs. Han membuat Park chanyeol mengebrak meja dengan keras membuat Mrs. Han tersentak.

” Biar saya sendiri yang kesana.” Kata Chanyeol yang emosi.

Tok Tok

” Sajangmin, ada Tuan Oh dikeluar.” Kata karyawan lain, Chanyeol memberi kode buat mereka keluar. Setelah mereka keluar Chanyeol duduk sambil menunggu kedatangan Oh Sehun.

Oh Sehun masuk dan menemukan wajah Chanyeol masam ” Hyung, kau kenapa eoh?.” Tanya Sehun , membuat chanyeol melirik Sehun.

” mereka memutuskan kerjasama dengan perusahanku, entahlah karena apa aku juga tidak tahu.” Kata chanyeol sedih membuat Sehun ikut kesedihan yang chanyeol rasakan.

Mereka sudah dekat semenjak chanyeol menjadi sekretarisnya dulu sampai Chanyeol mempunyai perusahan yang diberikan oleh Tuan Park sendiri. Apalagi dengan keluarga istrinya Chanyeol merupakan adik sepupu Yoona.

***

Jiyeon sebenarnya tidak mencampurkan masalah pribadi dengan perusahaannya, dia hanya tidak mau berhubungan dengan orang dimasa lalunya. Bukankah dia sudah berjanji kepada putrinya untuk mulai hidup baru, tapi otaknya mengatakan bahwa ini saat yang tepat membalas mereka.

” Maaf Sajangmin, tadi orang park Corp menelepon ingin bertemu dengan anda.” Kata Jongkook kepada Jiyeon.

” Aku tidak bisa, nanti saja dia akan datang kesini.” Seru jiyeon membuat jungkook sedikit bertanya-tanya kenapa Jiyeon sesantai berkata seperti itu.

” Eomma!.” Teriak seorang gadis kecil.

Jungkook menoleh kearah gadis kecil yang sendari tadi berdiri didepan pintu. Jungkook menghampiri gadis kecil itu ” aigooo, Sena cantik sekali hari ini.” Puji jungkook membuat gadis kecil itu melirik jungkook sebentar lalu berjalan kearah ibunya.

“ maaf Paman, bisa Kau tidak merayuku. Aku tahu bahwa aku cantik tapi maaf paman bukan typeku.” Kata Sena membuat jungkook ternganga sedangkan Jiyeon tersenyum.

” yak! Kau tahu kalau paman ini lelaki idaman para wanita.” kesal jungkook. Sena berjalan kearah ibunya Tanpa memperdulikan Jungkook yang menatapnya tidak percaya, bagaimana anak sekecil Sena menolak pesonanya.

” kenapa kemari?” Tanya Jiyeon ketika Sena duduk disofa dengan gayanya membuat Jungkook menganga kedua kalinya. Sena sangat mirip seperti ibunya sulit ditebak.

” paman, apa kau tidak berniat keluar?” seru Sena menyadarkan jungkook lalu lelaki itu berjalan keluar sambil mengendus kesal.

” aishh, katanya anak kecil adalah malaikat. Omong kosong nyatanya dia iblis kecil.” guman Jungkook saking kesalnya kepada Sena.

Mau tidak mau dia menghampiri putrinya lalu duduk disampingnya ” kau membuat paman Jeon kesal!” kata Jiyeon sambil mengelus rambut Sena.
Sedangkan Sena menghela napasnya, jujur Saja dia tidak suka dipuji Seperti itu.

” Aku tidak suka ma.” jawab Sena.

Jiyeon menghela napas sebelum menyeruakan suaranya ” baiklah, kenapa kau kemari? Bukannya kerumah eo.” Tanya Jiyeon pelan agar putrinya tidak salah paham.

” Eomma tahu dirumah sepi, jadi Sena kemari hehe.” kekeh Sena.

Jiyeon menghela napasnya jika sudah seperti ini dia bisa apa? Tidak mungkin dia mengusirnya. Ayolah dia sangat tahu kelakuan putrinya, mana tahan putrinya berada diruangan ini yang Ada dia pasti mempersulit pekerjaannya.

” kau lapar? Nanti -” perkataan Jiyeon terpotong oleh pintu dibuka paksa. Jiyeon menoleh kearah pintu hampir Tiga orang masuk termasuk Jungkook yang menghalangi mereka masuk.

” sudah saya katakan sajangmin tidak menerima tamu!.” kesal Jungkook.

Orang yang memaksa masuk tidak lain adalah Park Chanyeol sendiri Dan Oh Sehun. ” Biarkan mereka masuk Mr. Jeon.” kata Jiyeon dingin.

Setelah itu Jungkook menyingkir dari hadapan mereka, tidak disia-siakan kesempatan ini Chanyeol Dan Sehun langsung masuk sempat memberikan senyum mengejek kepada Jungkook. Sejak pertama Jungkookmelihat Chanyeol kurang suka, mungkin karena wajah Chanyeol yang terlihat menyebalkan.

Posisi Jiyeon masih membelakangi mereka sehingga
Chanyeol maupun sehun tidak tahu kalau wanita dihadapannya adalah orang sangat dikenalnya. Beberapa sekon kemudian tubuh Jiyeon membalik, Sena menatap kearah mereka. Sehun tersentak ketika melihat Sena berada disana bersama seorang wanita yang tidak lain adalah Kim Sara. Sehun menahan napasnya ketika bertatap dengan Sena yang terkesan dingin tidak seperti biasanya.

Ada yang tergores didalam sana tapi entah itu apa yang pasti rasanya menyesakan apalagi ketika senyuman tidak dibalas oleh Sena. ” Sena bisa kau ikut dengan paman Jeon, Eomma Ada urusan sebentar.” perintah Jiyeon , jungkook menghampiri Sena dengan berat hati dia menerima ajakan jungkook.

Ada jeda ketika melewati Sehun Dan Chanyeol, Sena berjalan lurus tanpa melihat Sehun. Ayolah bahkan Chanyeol merasa Sehun seperti mengenal gadis kecil itu.

” silakan duduk Mr. Park Dan Mr. Oh, Ada keperluan apa sampai menunjungi tempat saya.” kata Jiyeon yang terkesan dingin itu.

Perkataan Jiyeon secara tidak langsung menyinggung perasaan Chanyeol hingga dia hampir mengebrak meja milik Jiyeon jika Sehun tidak menahannya. Ayolah siapapun yang mendengar perkataan Jiyeon pasti akan marah termasuk Park Chanyeol, jadi jangan salahkan Chanyeol yang terbawa emosi.

” tahan hyung, jangan terbawa emosi.” bisik Sehun membuat Chanyeol hanya bisa menahannya.

” Saya datang kemari hanya ingin tahu alasan anda memutuskan kontrak kerjasama dengan Park Corp?” Tanya Chanyeol dengan penuh tekanan disetiap perkataannya.

” Alasannya sangat jelas Mr. Park, karena saya tidak mau bekerja Sama dengan anda.” kata Jiyeon sambil memeriksa laporan karyawannya yang sempat tertunda.

Brakkk

Sekarang Chanyeol tidak bisa menahan emosinya ” Alasan Macam apa itu?” bentakan Chanyeol membuat Jiyeon menatap lelaki tinggi itu dengan tajam. Chanyeol tersentak ketika melihat wajah wanita dihadapannya adalah adik yang selama ini pergi, tidak hanya Chanyeol saja Sehun juga kaget meski tidak terlalu karena dia sudah
Akan keberadaan Sena tadi.

” kau Jiyeon……”

.

.

.

TBC.

BLACK HEART [ Chapter 6 ]. A Fanfiction By. BabyChan

Black Heart – Chapter 6 . A Fanfiction By. Babychan

A cover By. Fanrene kim

Marriage life , Romance , Sadness , Drama.

Chapter, PG-19

• Oh sehun Exo
• Yoon Yoona Snsd
• Park Jiyeon T-ara / Kim Sara
• Oh Sena ( baby ) ulzzang / Kim Sena
• Jung Hoseok Bts

Ff ini adalah hasil pemikiran Babychan tanpa memplagiat karya orang lain atau ide orang lain. Mereka milik Tuhan , orang tua dan Fans. Babychan hanya meminjam untuk dijadikan Cast agar cerita ini beraroma, dan babychan tidak bermaksud melecehkan fandom manapun.

Note : hai, Babychan kembali lagi dengan membawa Fanfiction mariage life. Ada yang kangen Fanfiction buatan Babychan ini. Oh tidak ya sudah lah, terima chanyeol.

« Seandainya Cinta ini tidak pernah terjadi, tiada air mata dan hati terluka »

Happy Reading!!!!! ~

Mata Sena tidak sengaja menatap siluet seseorang yang dia kenal, dia mengusap pipinya lalu melepaskan pelukan ibunya ” Eomma, Sena ingin kesana menemui seorang paman. ” Kata Sena membuat jiyeon mengerutkan keningnya ‘ seorang paman’ batin Jiyeon.

Tanpa persetujuan Ibunya, Sena sudah berjalan kesana. Sena menampakan dirinya dengan senyum manis, dia sangat ahli membunyikan sesuatu dari orang lain.

” Annyeonghaseyo, Paman Bibi.” Sapanya.

Sehun yang tadi sempat ingin menangis kini tidak jadi karena kehadiran Sena, dia tersenyum melihat gadis kecil itu. Entah mengapa kehadiran Sena membuat hati Sehun nyaman, seolah pada diri Sena adalah dirinya.

” Siapa dia Oppa?.” Tanya Yoona kepada Sehun.

” Halo Bibi, Kim Sena imnida.” Kata Sena sambil memperkenalkan dirinya.

” Kau sedang apa disini?.” Tanya Sehun. Dia heran kenapa gadis kecil seperti Sena malah ada dipemakaman.

Gadis kecil itu tidak menjawab malah diam saja sambil menunduk kepalanya, jujur saja dia marah kepada ibunya kenapa baru memberitahu tentang Ayahnya. Padahal Sena sudah menyiapkan seribu candaan jika bertemu Ayahnya.

Yoona bingung melihat Sena menunduk sedih, lalu dia menyentuh dagu Sena agar menatapnya. Tidak lama sebenarnya mereka saling menatap dan disitulah Yoona tersentak ketika melihat wajahnya yang mirip dengan suaminya apalagi bola matanya. Seakan dirinya sedang menatap Sehun.

Tidak mungkin, ini pasti hanya kebetulan saja. Batin Yoona. Dia tersenyum lalu mengelus puncak rambut Sena ” Kau bersama siapa?.” Tanya Yoona. Kemudian Sena menunjuk kearah ibunya berada.

Dan disaat itu pula mata Sehun menatap sosok wanita yang ditujukan oleh Sena.

‘ Jiyeon.’ Batin Sehun.

Sosok wanita yang telah disakitinya, kini ada dihadapannya yang tidak begitu jauh. Meskipun banyak perubahan pada sosok jiyeon tetapi dia masih sangat mengenalnya.

” Eomma sini.” Teriakan Sena membuat Jiyeon mau tidak mau harus menghampiri mereka, dia harus membuktikan bahwa dia masih bisa bahagia bersama Sena tanpa Sehun maupun siapapun.

Sehun tersentak ketika Sena memanggil jiyeon dengan sebutan Eomma, apa mungkin Sena adalah anaknya? Tidak mungkin, kalau Sena anaknya pasti jiyeon memberitahunya.pikir Sehun.

Setelah Jiyeon benar-benar ada dihadapan mereka, dia harus menyiapkan kalimat yang akan membuat sehun sakit atau Yoona sakit.

” Eomma, perkenalkan ini Paman Sehun dan istrinya.” Kata Sena ceria.

Jiyeon tersenyum miris ketika tangan Yoona bergelayut manja dilengan Sehun, hatinya sakit.

Yoona sedikit tersentak ketika melihat jiyeon dihadapannya, dia melepaskan tangannya dan memeluk jiyeon. ” Kau benar Jiyeon, kemana saja kau selama ini huh! Kenapa-” Seru Yoona, dia sangat merindukan adik sepupunya itu.

Jiyeon melepaskan pelukan Yoona secara paksa, dia hampir merusak rencananya. Sehun dengan sigap menangkap Yoona. ” Kenapa Eomma mendorong Bibi?.” Bentak Sena.

” Ah, maaf. Aku tidak biasa dengan orang asing.” Tutur Jiyeon lembut dengan paksa, dia tidak mau Sena salah paham.

” Namaku Sara bukan Jiyeon atau siapapun, salam kenal.” Perkenalan Jiyeon lalu memandang putrinya dengan senyuman. Jiyeon menarik Sena kepelukannya, dia sedang menegaskan kepada Sehun kalau sena adalah miliknya.

***

Pertemuan tadi masih membekas dibenak Sehun, dia masih tidak percaya akan bertemu Jiyeon dimakam Sehoon putranya, ditambah lagi Sena adalah putri dari wanita yang mirip dengan Jiyeon dan paling memukulnya mereka sedang mengunjungi Ayah Sena berarti tidak lain Suami wanita yang mirip Jiyeon.

Sehun tersentak ketika Yoona duduk disampingnya.” Aku kira wanita tadi Jiyeon, ternyata bukan.” Kata Yoona putus asa.

Dulu Nyonya Park pernah bercerita tentang perginya Jiyeon karena diusir oleh Tuan Park. Nyonya Park meminta dirinya untuk mencari putrinya, tapi kondisi Yoona dulu tidak memungkinkan untuk mencari Jiyeon lalu dia menyuruh Chanyeol mencarinya.

Tapi tidak hasil apapun.

” Sudahlah, mungkin dia memang bukan Jiyeon.” Kata Sehun pelan, ada rasa bersalah dihati Sehun.

” Iya. Aku rasa begitu.” Lirih Yoona.

Sehun memeluk Yoona dan mengelus rambut Yoona untuk memberi kesabaran. Sehun tidak tahu tentang perginya Jiyeon 6tahun yang lalu.

Yoona beranjak dari pelukan Sehun, dia lalu menatap Sehun. Dia masih penasaran dengan bola mata Sena yang sama persis dengan Sehun.

” Kenapa kau menatapku seperti itu?.” Tanya Sehun membuat Yoona menggelengkan kepalanya.

” Tidak ada.” Jawab Yoona sambil tersenyum.

.

.

Jiyeon mengelus pipi Sena yang sedang tidur dengan penuh kasih sayang, rasanya ada luka yang membekas dihatinya yang sudah tertutup rapat kini terbuka kembali. Sebenarnya tidak tertutup rapat hanya saja rasa sakit itu semenjak kelahiran Sena sudah tidak terasa lagi. Dia masih bersyukur karena kehadiran Sena kehidupan lebih cerah, dia tidak membiarkan Sena terluka secuil apapun.

” Eomma sangat menyayangimu nak, jangan pernah meninggalkan Eomma Ne apapun yang terjadi.” Lirih Jiyeon penuh luka. Bahkan kini air mata menetesi pipi Sena.

” Hiks…maafkan Eomma…tolong jangan membenci Eomma…hiks….hiks.” Tangisan Jiyeon pecah lalu dia menutup mulutnya agar tidak menimbulkan suara karena itu akan membangunkan Sena.

Jiyeon menarik napasnya lalu menghembuskan napasnya dengan pelan, dia menghapus air matanya kemudian mulai bercerita ” Sena, Eomma tahu kau adalah putri Eomma yang pintar. Kau bahkan tahu ketika Eomma menunjukan makam Paman Jong In adalah Ayah Sena, iya memang bukan Ayah Sena. Eomma minta maaf, Dia ( Ayah Sena ) sudah meninggalkan kita-.”

” Eomma.” Lirih Sena. Sudah cukup Sena mendengarkan kesedihan Ibunya. Jiyeon tersenyum paksa ketika Sena bangun lalu memeluk dirinya.

” Kenapa bangun hm, apa suara Eomma membangunkanmu?.” Kata Jiyeon sambil mengelus rambut panjang Sena.

Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya lalu mengusap air matanya yang sempat keluar. ” Sena ingin mendengar cerita Eomma?.” Tawar Jiyeon.

Sena mengangguk kepalanya lalu Jiyeon merebahkan Sena dan dirinya ditempat tidur Sena, bahkan Sena tidak melepaskan pelukannya.

” Ada sebuah cerita mengisahkan tentang cinta terlarang antara Eomma dan seorang lelaki yang sudah beristri.” Kata Jiyeon mengambil jeda agar Sena mengomentari. Tetapi Sena hanya diam saja, Jiyeon tahu bahwa Sena tahu maksud Jiyeon.

” Awalnya Eomma hanya berteman dengannya sampai dia datang menawarkan kebahagiaan untuk Eomma, dengan syarat seorang bayi. Hampir setengah tahun Eomma positif hamil. Eomma sangat bahagia ketika Sena ada dikandungan Eomma, meskipun Eomma hanya seorang simpanan. Sampai tepat hari itu dia memutuskan untuk meninggalkan Eomma, dunia seakan runtuh hati Eomma sangat sakit. Semua orang tidak menginginkan Sena lahir kemudian Eomma pergi dari orang-orang yang ingin membunuh Sena dan pada hari itu ada orang baik menolong kita hingga kita bisa hidup layak seperti sekarang. Maafkan Eomma jika Sena menderita karena tidak punya Ayah, Maafkan Eomma nak.” Cerita Jiyeon yang panjang lebar membuat Sena menangis dalam diam.

Bukan hanya hati Sena yang terluka tapi hati Jiyeon lebih dari luka, Jiyeon mengalami berbagai cacian maki dari orang-orang menanggap dirinya seorang jalang yang tidak tahu diri mengoda suami orang. Dia hanya bisa menangis menerima semua caci maki dari mereka, hampir saja dia bunuh diri karena tidak kuat menerima penderitaan yang semakin terpuruk tapi dia ingat bahwa dia tidak sendiri ada seorang bayi didalam kandungnya membuat dia bangkit kembali.

Jiyeon mengelus puncak kepala Sena memberikan sebuah ketenangan dan mencium kepalanya sangat lama. Dia tidak bisa membunyikan semua sendiri, Sena harus tahu kebenaran agar gadis kecilnya tidak terbayang oleh sosok Ayahnya. ” Uljuma sayang, maafkan Eomma.” Kata Jiyeon.

” Tidak Eomma, Sena yang salah. Maafkan Sena Eomma, Sena sayang Eomma.” Lirih Sena serak, gadis kecil itu tidak dapat melihat ibunya menderita karena harus menceritakan sosok Ayahnya.

” Tidak sayang, dia lelaki yang tampan, dewasa, mapan, pengertian, dan jelas dia sayang Eomma. Waktu itu jika mereka tidak merusak hubungan kami mungkin dia berada disamping Eomma pasti kita tidak akan mengalami hal yang sulit.” Kata Jiyeon sambil terbayang oleh sosok Sehun yang dulu selalu menemaninya, dia tersenyum kecil hingga Sena dapat melihat Ibu tersenyum dengan makna beda.

” Ahh, mari kita mulai hidup baru tanpa mereka semua. Asal Sena janji untuk tidak meninggalkan Eomma, Kakek dan Nenek.” Kata jiyeon, kepala Sena mengangguk lalu mengeratkan kelingkingnya ke kelingking Ibunya. ” Janji.” Jawab Sena.

Mereka sama-sama melempar senyuman, jika dilihat dari dekat senyuman mereka hampir mirip tapi kebanyakan kemiripan ke Sehun. Mungkin dulu Jiyeon sedang mengandung Sena antara rindu dan benci bercampur jadi satu.

” Eomma janji akan membalas semua penderitaan kita ke mereka, Eomma janji.” Kata dalam hati Jiyeon.
” Tunggu aku Oh Sehun.” Senyum miring terlukir diwajah Jiyeon.

.

.

.

TBC.

Akhirnya kelar juga Chapter 6, jangan lupa komentarnya.

I HATE MY NAMJACHINGU – [ Chapter 4 ]. A Fanfiction By.Isstipark_15

I Hate My Namjachingu [ Chapter 4 ]

@ Fanfiction By.IsstiPark_15

Genre : Romance, Little a Idol, Sadness.

Length : Chaptered

Rate : General

Cast :

Byun Baekhyun

Kim Saeron / Sandy

Kim Taeyeon

Yoo Sung Jae

Other Cast.

Disclaimer : Fanfic ini real buatan otak saya sendiri, terinspirasi dari beberapa drama korea maupun novel namun mempunyai jalan cerita yang berbeda. EXO milik SM, Member milik orang tua dan Tuhan, OC milik Saya. Jangan berani-berani jadi PLAGIATOR!.

« Happy Reading »

Priview :

Mereka menatap bingung Sandy turun dari tangga sambil membawa kopernya dan sebuah kotak kecil berwarna biru muda, langkahnya berhenti dihadapan orang tua Byun sambil membungkuk hormat.” Terima kasih untuk memperbolehkan saya tinggal disini dan terima kasih untuk perlakuan Tuan yang baik selama saya tinggal disini maafkan merepotkan.” kata Sandy sambil memamerkan senyum tulusnya, dia berkata sedemikian memang tulus.

” Saya meminta tolong kepada Tuan dan Nyonya Byun untuk memberikan kotak ini kepada Baek Oppa, aku pergi.” kata Sandy mendorong kopernya keluar dari rumah itu setelah memberikan kotak sekaligus cincin memberian kekasihnya dulu dan berbagai kenangan dimasa lalu. Dia menghembuskan napas sesak agar cepat hilang bersama perasaannya.

” Kotak siapa itu Chan?.” Tanya Suho, Chanyeol berkekeh pelan ” aku menemukannya dikamar Baekhyun!” seru Chanyeol. ” Siapa tahu itu dari Taeyeon Nunna iya kan?” Tanya Chen yang tiba-tiba menyahuti obrolan mereka. ” Darimana kau tahu bek?” Tanya Chanyeol. ” Kan siapa tahu, dasar telinga besar.” kesal Chen karena Chanyeol manggil dia bek ( bebek ).

” tidak baik mengambil barang orang lain, letakan ditempat semula.” Saran Xiumin membuat semua member kecuali Chanyeol-Chen mengangguk kepalanya, dengan berat hati Chanyeol meletakan kotak itu ditempat semula.

••••••

Baekhyun menatap kotak dengan penuh penasaran, tangannya mulai aktiv membuka kotak itu. Pertama yang dilihat sebuah note dari gadis itu -Sandy-tentunya.

” Aku berharap menjadi bintang dan aku akan bersinar bersama mu dilangit.”

Baekhyun berkekeh pelan kata-kata itu menginggatnya pada seseorang yang disayangin melebihi apapun, iya kalimat ini memang sama dengannya. Baekhyun merasakan sesak ketika melihat sebuah kotak yang tidak besar dari sebelumnya, kotak itu tertulis ” kenangan kita.”

Entahlah rasa sesak macam apa ini, kenapa harus merasakan sesak?! Perasaannya tidak wajar. Mata Baekhyun tidak percaya melihat lembar demi lembar, foto yang mirip dirinya bersama gadis ini dengan senyum bahagianya. Tidak hanya dua maupun tiga tapi banyak sekali.

” Hai Oppa, apa kau sudah membuka suratku ini?! Jika sudah berarti aku sudah pergi dari rumahmu, haha terima kasih lho untuk semuanya. Aku selalu memimpikan dirimu menjadi suamiku bukan karena tanpa alasan, karena aku mencintaimu Oppa.
Hmm, kau pernah bilang padaku bahwa kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi dan kau pernah bilang bahwa aku satu-satunya orang yang membuat kau akan hidup seribu tahun lagi haha aku kadang tidak mengerti.

Tapi hari ini aku salah, kau tak mengenalku, bahkan kau sudah punya wanita lain selain diriku dan kau buang aku. Dimana kau yang dulu memelukku disaat aku menangis dan berbisik ‘ jika kau ingin menjadi bintang kau tidak boleh menangis. ‘ tapi kini aku bukan bintang karena kehilangan sinarnya, kau tidak ada lagi.”

By. Kim Saeron

Baekhyun tidak sadar bahwa air matanya sejak tadi mengalir deras ingatannya kembali kemasa lalu, masa dimana dia bisa tertawa penuh kebahagian bersama keluarganya.

Flasback.

Baekhyun menatap seseorang yang mirip dengannya, Baekhyung saudara kembar identik hanya jeda 5 menit sebelum Baekhyun lahir. Mereka tertawa bahagia bersama kedua orang tuanya, setelah mereka melewati hari bulan bahkan tahun bersama. ” Baekhyun, aku berharap menjadi bintang dan aku akan bersinar bersamamu. Kau mau?” Seru Baekhyung, Baekhyun kecil mengangguk setuju ” iya hyung “.

Setelah dewasa mereka menjalani kesibukan masing-masing, Baekhyun memutuskan masuk Audisi penyanyi karena dia memiliki cita-cita menjadi bintang sedangkan Baekhyung pergi ke Australia untuk pengobatan kanker otaknya.

Baekhyung bertemu dengan gadis blasteran Korea-Inggris yang membuatnya jatuh Cinta, dia bahkan bersemangat untuk hidup karena ingin bersama Kim Saeron yang lebih sering disapa Sandy. Kim Saeron adalah nama koreanya lalu Sandy adalah nama Australianya.

Baekhyung pernah mengatakan sesuatu kalimat yang membuat Baekhyun bersedih ” Baek, aku ingin hidup seribu tahun lagi. ” kalimat itulah Baekhyun tahu bahwa keadaan saudaranya semakin parah.

Hari ini adalah hari terpuruknya Baekhyun ketika melihat Baekhyung berbaring lemas dengan bantuan pernapasan, dia drop setelah memutuskan pulang dari Australia 4bulan yang lalu. Padahal sebelumnya keadaannya semakin membaik tapi mungkin Tuhan lebih sayang kepada Hyungnya, Baekhyung meninggalkan pada umur 21tahun. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, dia siuman lalu mengatakan kepada Baekhyun permintaan terakhirnya ” Baek, Hyung hanya minta satu permintaan kepadamu.” kata Baekhyung bergagap, dirinya sudah tidak kuat lagi untuk menangis ” permintaan apa Hyung hiks.” isakan Baekhyun.

” Haha kenapa menangis hah, jika kau ingin menjadi bintang kau tidak boleh menangis.” katanya semakin membuatnya semakin sesak saja.
” Aku tidak mau menjadi bintang Hyung hiks. ” Isakan Baekhyun. Napas Baekhyung semakin terputus-putus membuat Baekhyun panik tetapi sebuah genggaman membuat dirinya menatap Hyungnya ” Jangan panggil Dokter, aku ingin bersamamu Baek.” kata Baekhyung membuat Baekhyun pasrah.

” Aku mencintai seorang gadis dengan tulus, aku ingin melihatnya bahagia.” kata Baekhyung tersenyum dia sedang membayangkan wajah cantik gadisnya. ” Maka dari itu Hyung bertahanlah untuk gadis itu. ” kata Baekhyun sambil menahan tangisannya.

” Aku tidak bisa. Aku ingin dia bahagia bersamamu, cintailah dia. Jika dia datang katakanlah bahwa kau akan menikahinya, aku mohon kepadamu Baek karena dia juga sangat mencintaimu, namanya Kim S-a-e-ron ” kata Baekhyung sambil menghembus napas terakhirnya.

” Hyung……. Hyung…… Bangun Hyung…… Hiks hiks bangun Hyung…… Aku janji kepadamu hyung, bangun aku mohon…hyungggggg!!”

••••

Baekhyun tersentak ketika dia baru menginggat nama yang pernah didengarkan oleh Hyungnya, Kim Saeron nama gadis itu sama tapi bukannya gadis itu namanya Sandy.pikir Baekhyun.
Dia juga menemukan sebuah cincin dibawah surat itu dengan note ‘ aku kembalikan cincin ini, terima kasih untuk semuanya. ‘ rasanya ingin berteriak saja, dia terlambat menyadarinya.

Yang dia lakukan hanya memasuki semua isi kotak tadi lalu mengambil kunci mobil dan berjalan buru-buru hingga tidak sempat mendengarkan kekesalan orang yang tidak sengaja ditabrak – Sehun mengerutu tidak jelas dan umpat kepada Baekhyun yang seenaknya menjatuhkan minumannya.

” Yak Hyung! aishh Jinja ” rutuk Sehun kepada Baekhyun yang sudah hilang. Suho yang berada didapur berlari kearah Sehun yang menatap bubble tea horor. ” Waeyo? ” Tanya Suho menatap Sehun bingung.

” Aishhhh, dia menjatuhkan minuman favoritku Hyung.” kesal Sehun menatap Suho sekilas lalu pergi begitu saja tanpa membersihkannya, Suho menggelengkan kepalanya melihat sikap kesal Sehun kemudian dia mengambil sebuah pel untuk membersihkannya.

Baekhyun menyetir mobilnya sambil mencari sesuatu, dia teringat ibunya meneleponnya untuk datang kerumah mengambil kotak biru sebulan yang lalu, terus buat apa dia mencari gadis yang mungkin sudah pergi jauh. “Akhhhhh, sialan. Kenapa gadis itu sangat menyusahkan sekali?!!Jika dia bilang dari awal nama koreanya mungkin tidak’kan serumit ini, aku harus mencari kemana?, Rumahnya saja aku tidak tahu!!!! Permintaannya sangat rumit Hyung.” kesal Baekhyun memukul setirnya sebagai pelampiasan.

TBC.

I HATE MY NAMJACHINGU [ CHAPTER 3 ]

I Hate My Namjachingu [ Chapter 3 ]

@ Fanfiction By.IsstiPark_15

Genre : Romance, Little a Idol, Sadness.

Length : Chaptered

Rate : General

Cast :

Byun Baekhyun

Kim Saeron / Sandy

Kim Taeyeon

Yoo Sung Jae

Other Cast.

Disclaimer : Fanfic ini real buatan otak saya sendiri, terinspirasi dari beberapa drama korea maupun novel namun mempunyai jalan cerita yang berbeda. EXO milik SM, Member milik orang tua dan Tuhan, OC milik Saya. Jangan berani-berani jadi PLAGIATOR!.

« Happy Reading »

Sandy pulang kerumah keluarga Byun dengan mata sembab, hidung merah, wajah kusut, perasaan campur aduk setelah bertemu Baekhyun berlaku manusiawi dengan Yeoja bernama Taeyeon sungguh dia ingin berteriak sekeras-kerasnya dia cemburu. Dia masuk sambil menunduk, Nyonya Byun sejak tadi sedang duduk bersama suaminya pun memalingkan kearah gadis yang baru saja datang.

” Sandy-ah kau kenapa? ” Tanya Nyonya Byun penasaran ada apa dengan gadis ini tiba-tiba datang dengan keadaan mengkhawatirkan. Kepala Sandy mendongak menatap nyonya byun Sendu, Nyonya Byun tersentak lalu bangun menghampiri Sandy kemudian memberi pelukan hangat. Isakan kini semakin jelas jika kalian mendengarkannya ini sangat menyayat hati.

” Coba ceritakan kepada Eomma dan Appa apa yang terjadi? ” Kata Nyonya Byun sambil mengelus punggung memberi kenyamanan. Sandy melepaskan pelukannya lalu mengusap air matanya ” aku tadi bertemu Baek Oppa tapi dia mengusirku karena aku mengatakan bahwa aku tunangannya kemudian datang seorang wanita dari member Snsd , mereka mesra sekali ” cerita Sandy sedikit bergagap.

Tuan dan Nyonya Byun tidak tahu harus menjawab apa, mereka memang tahu hubungan putra dengan Taeyeon sebelum gadis ini datang mereka sudah menjalani hubungan itu, ” hmm, maaf nak Sandy. Sejujurnya kami memang sudah tahu itu sebelum kedatangan nak Sandy mereka memang sudah menjalani hubungan itu ” kata Nyonya Byun hati-hati takut membuatnya menangis lagi.

Mata Sandy membulat tidak percaya bahwa calon ibu mertua akan mengatakan itu semua ” tetapi aku lebih dulu menjalanin hubungan dengannya, setengah tahun yang lalu dan 4bulan ini” lirih Sandy.

Nyonya Byun semakin bingung dia menatap suaminya untuk membantu bicara dengan gadis disampingnya ” Ehem, begini nak bukan maksud kami menyalahkan siapapun disini. Tapi Byun Baekhyun putra kami tidak pernah menjalani hubungan dengan seorang wanita selama dia menjadi Boyband, baru sekarang dia menjalin hubungan dengan wanita yang dia cintai- ”

” Jadi kalian menanggap aku mengada-ngada begitu, hiks…….. ” Teriak spontan membuat mereka tersentak kaget, tidak sopan dia tidak peduli. Secara tidak langsung perkataan Tuan Byun menuduhnya mengada-ngada menjalin hubungan dengan putranya Byun Baekhyun, sangat menyakitkan.

Dia berlari menuju kamar yang ditempatinya lalu merapihkan semua pakaian ke kopernya, dia tidak punya alasan untuk tinggal disini lagi. Gerakannya berhenti ketika melihat foto dirinya bersama orang dicintainya tertawa penuh kebahagian, dia mengusap bingkai itu sambil tersenyum ” Oppa kau dimana, dimana kau memelukku disaat aku menangis? Kau jahat hiks hiks aku hiks menepati janji kita hiks tapi kau hiks berubah hiks hiks ” Tangisan Sandy pecah.

” Kita telah melukainya Yeobo ” lirih Nyonya Byun kepada suaminya. Tuan byun menepuk pundak istrinya lalu memeluknya ” ini yang terbaik untuknya” jawab Tuan Byun, Nyonya byun mengangguk kepalanya.

Tap

Tap

Tap

Mereka menatap bingung Sandy turun dari tangga sambil membawa kopernya dan sebuah kotak kecil berwarna biru muda, langkahnya berhenti dihadapan orang tua Byun sambil membungkuk hormat ” Terima kasih untuk memperbolehkan saya tinggal disini dan terima kasih untuk perlakuan Tuan yang baik selama saya tinggal disini maafkan merepotkan ” kata Sandy sambil memamerkan senyum tulusnya, dia berkata sedemikian memang tulus.

” Saya meminta tolong kepada Tuan dan Nyonya untuk memberikan kotak ini kepada Baek Oppa, aku pergi ” kata Sandy mendorong kopernya keluar dari rumah itu setelah memberikan kotak sekaligus cincin memberian kekasihnya dulu dan berbagai kenangan dimasa lalu. Dia menghembuskan napasnya yang sesak.

••••••

Baekhyun mengendus kesal karena tiba-tiba ayahnya menghubunginya untuk datang kerumah, kenapa semua orang tidak membiarkan dirinya bersantai sedikit. ” Aku akan datang lusa ” jawab Baekhyun, karena kesibukan yang sangat padat dia mulai terjun kedunia akting dan meyumbang suaranya kesebuah drama. Rekaman, menciptakan lagu , latihan dance karena sebentar lagi akan comeback dengan single terbarunya.

Hari ini baru sempat datang kerumah dari janjinya , Baekhyun memakai pakaian samarannya agar fans tidak mengetahui bahwa dirinya keluar dari Dormnya, sekarang banyak anti fans membuat gosip tidak bermutu dan itu bisa membuat nama EXO tinggal nama saja Baekhyun tidak mau hal itu terjadi.

” Aku pulang ” Teriak Baekhyun setelah membuka pintu rumahnya, sepi! Kemana penghuni rumah ini?.

” Ahjuma kemana semua orang? ” Tanya Baekhyun ketika melihat pelayan rumahnya sedang menyiram bunga. ” Tuan besar sedang keluar kota, Nyonya besar sedang ada urusan Tuan muda ” Jawab pelayan rumah tadi.

” Lalu gadis gila itu kemana? ” Baekhyun menyesal menanyakan gadis itu, kenapa harus ingat gadis itu.

” Maksud Tuan muda? ” Tanya pelayan itu. ” Lupakan ” Kata Baekhyun , dia harus mencucikan mulutnya karena menanyakan keberadaan gadis itu.

” Maksud Tuan Nona Sandy, bukannya dia sudah pergi sebulan yang lalu setelah bertengkar dengan Tuan dan Nyonya besar, aku tidak habis berfikir kenapa dia berani sekali ” penjelan pelayan tadi, Baekhyun membulat matanya ‘ mereka bertengkar sebulan yang lalu tepat dimana dia mengusir gadis itu ‘ pikir Baekhyun.

” Oh ya, kata Nyonya besar Tuan muda disuruh mengambil kotak berwarna biru muda dikamar Nyonya besar ” kata pelayan itu. Tidak membuang waktu dia melesat menuju kamar ibunya, memang disana terdapat kotak warna biru muda dengan cantik menyapa pandangannya.

Tangannya mengambil kotak itu sambil membolak-balik kotaknya, tidak ada nama pengirim. Jadi Baekhyun membawanya dan berniat membuka kotaknya didormnya karena hari ini ada jadwal.

•••

Setelah dari jadwal dia baru bisa pulang ke dorm, badannya pegal semua. Dia butuh air hangat untuk merilekkan pikirannya yang pekat dengan semua jadwal hari ini. Dia menaruh kotak itu di meja didalam kamarnya lalu masuk ke kamar mandi.

Diluar kamarnya berisik karena tiba-tiba Chanyeol yang nobate sekamar dengan Baekhyun menemukan kotak berwarna biru muda yang tidak terlalu besar memamerkan kepada hyungnya dan namdongsaengnya. ” Apa yang kau bawa Hyung? ” Tanya D.o pertama kali menyadari kelakuan Hyungnya. ” Memang Chan Hyung bawa apa? ” Tanya Sehun kepada D.o . ” Mana aku tahu ” kata Do mengendik bahunya.

” Kotak siapa itu Chan? ” Tanya Suho, Chanyeol berkekeh pelan ” aku menemukannya di kamar ” seru Chanyeol. ” Siapa tahu itu dari Taeyeon Nunna iya kan? ” Tanya Chen yang tiba-tiba menyahuti obrolan mereka. ” Darimana kau tahu bek? ” Tanya Chanyeol. ” Kan baru siapa tahu dasar telinga besar ” kesal Chen karena Chanyeol manggil dia bek ( bebek ).

” tidak baik mengambil barang orang lain, letakan ditempat semula ” Saran Xiumin membuat semua member kecuali Chanyeol-Chen mengangguk kepalanya, dengan berat hati Chanyeol meletakan kotak itu ditempat semula.

Tbc.

My Sister Is A Vampire – chapter 3

My Sister Is A Vampire – chapter 3. A Fanfiction By @issti_exol1519

A Cover By Fanrene Kim

» Fantasy , Supranatural , Au , Comedy

» PG-16

» Series

• Lisa blackpink a.k.a Choi Minzi – Choi Minji

• Byun Baekhyun Exo a.k.a Baekhyun

• Min Yoongi Bts a.k.a Suga

• Wu Yifan a.k.a Kris

Cemeo : Member Blackpink, member BTS , member EXO, member RV , member suju, member Big Bang , ect.

[ Setiap series dapat berubah atau menambah / mengurangi Cast ]

” Meskipun sama kita tetap beda ” – Choi Minzi

” Meskipun beda kita tetap sama ” – Choi Minji

Happy reading !!!!!!

Author Pov.

Choi Minji membawa gadis kembarnya ketempat yang lebih aman dengan teleportasi hanya membutuhkan sedetik mereka sudah berpindah tempat. Choi Minzi menatap sekeliling sambil mengedipkan matanya, dia bingung kenapa dia ada ditempat lain sedangkan dia tadi bersama Irene.

Choi Minji sendari tadi menatap jengah gadis disampingnya.
” Kau tidak usah bingung” katanya, hampir saja Minzi terjungkal kebelakang ketika mendengar suara yang dikenalnya.

” Ka-kau, bagaimana bisa? ” Tanya sambil bergagap.

” Bisa saja ” malas menjawab pertanyaan aneh dari Minzi.

Minzi kesal karena Minji tidak menjawab secara detail, ” bagaimana bisa aku bersama kau disini, padahal tadi aku bersama Irene?” Kata Minzi.

” Dia bukan temanmu ” sela Minji, mata Minzi melotot mendengar perkataan Minji.

” Apa maksudmu, jika dia bukan temanku lalu dia siapa?” – dasar sinting- sambung dalam hatinya Minzi.

Minji mengerucutkan bibirnya, bukannya Minzi berterima kasih malah mengumpatnya. ” Kau harusnya berterima kasih kepadaku! ”

Minzi menoleh kearah samping ” berterima kasih untuk apa?” Tanya Minzi, ‘ oh ya ampun gadis ini benar-benar’ batin Minji.

” Karena aku menyelamatkanmu tadi ” kata minji santai. Minzi mengerutkan keningnya ‘ menolong apa maksudnya?’ Pikir Minzi.

” Dari – ” blussss

” Choi Minzi ” teriak seorang namja berkaca mata berlari dengan tergesa-gesa .

Minzi menoleh kearah samping kanannya ” Min suga ” lirihnya.

” Kau sedang apa disini? ” Tanya Suga sambil mengatur napasnya.

” Aku sedang- ‘ kemana perginya Minji ‘ hmm aku sedang mencari Irene ” bohongnya, tidak mungkin dia bilang sejujurnya.

” Irene, bukannya dia tidak sakit ya ” kata suga.

Minzi tersentak ” Maksud-mu? ” Tanya Minzi.

” Dia absen hari ini karena sakit ” jelas Suga.

” Dia sakit, terus yang bersama aku tadi siapa? ” Lirih Minzi.

” Kau kenapa? ” Tanya Suga khawatir.

Minzi menggelengkan kepalanya, ‘ aku harus bertanya kepada Minji, dia pasti tahu sesuatu’ pikirnya. Suga yang sejak tadi memperhatikan Minzi hanya bisa mengerut keningnya.

••••••

Brakkk

Suara keras berasal dari orang yang tadi memukul meja dihadapannya karena pesuruhnya tidak berhasil membawa apa yang dia minta.

” Hanya menbawa seorang manusia saja tidak becus ” marahnya. Dinding dan tanah sampai bergetar.

” Maaf raja ” seorang pesuruh sujud dan meminta maaf.

Grassss

Sebuah pedang kini menembus orang ada di hadapannya lalu menjadi debu, orang yang di sekelilingnya menatap ngeri melihat pemandangan tadi.

” Itu akibatnya tidak berhasil membawa gadis darah suci ” suara lantangnya.

Dua orang pengawal membungkuk kepada raja untuk menyampaikan sebuah laporan penting.

” Jika itu bukan hal yang penting lebih baik kalian keluar ” perintah raja.

” Ini tentang manusia berdarah suci Tuan ” kata salah satu pengawal.

Wu Yifan yang sering disapa Kris adalah Raja Vampire yang mempunyai kekuataan luar biasa dibandingkan dengan Vampire lainnya, yang paling kejam dan bisa membunuh Vampire maupun manusia dengan sekali sentuh.

” Katakan ” perintah Kris.

” Manusia berdarah suci ternyata dilindungi oleh seseorang Vampire berdarah murni Tuan ” kata salah satu dari mereka.

Vampire yang ada disana tersentak kaget ketika mendengar tentang Vampire berdarah murni.

” Vampire berdarah murni? Apakah dia, tetapi tidak mungkin . Karena aku sudah membunuhnya dengan tanganku sendiri, jadi siapa? ” Guman Kris.

” Bawa Vampire itu kehadapanku ” perintah Kris kepada pengawal tadi.

” Tetapi Tuan……..”

” Apa kau ingin mati eoh, berani menolak perintahku ” bentak Kris.

” Bu-bukan seperti itu Tuan, bagaimana membawa Vampire berdarah murni jika sekali menyentuhnya kami akan menjadi dedu ”
Jelasnya.

” Itu benar Oppa, kita tidak bisa membawanya asalkan dia datang kepada kita ” kata orang yang baru saja datang.

” Bagaimana caranya Rose? ” Tanya Kris.

Vampire yang baru saja datang bernama Rose tersenyum misterius , dia mempunyai rencana lain.

••••••

Sekarang Choi Minzi meletakan makanan didepan Choi Minji yang bingung kelakuan gadis kembarnya.

” Aku lihat kau tidak pernah makan, jadi makanlah!! ” Suruh Minzi. Bukannya Minji tidak mau diperhatikan akan tetapi itu bukan makanannya.

” Kenapa diam saja, apa kau tidak suka? ” Tanya Minzi, Minji gelengkan kepalanya.

” Lalu? ” Tanya Minzi .

” Aku ini Vampire, apa kau lupa? ” Kesal Minji.

Ahh, jujur saja Minzi melupakan kalau dia Vampire. ” Mian ”

” Tidak apa-apa, aku pahami itu ” kata Minji.

Minji berjalan kekamarnya tetapi langkahnya berhenti ketika Minzi berseru ” Minji, apa kau tahu sesuatu tentang vampire ?” Tanya Minzi.

” Kita bicara di kamarku ” kata Minji.

” Kenapa harus di kamarmu? ” Tanya Minzi.

” Jika kau ingin tahu, kalau tidak- ”

” Ok….ok ” seru Minzi.

Setelah merapikan meja makan Minzi pergi kekamar Minji. Ini pertama kalinya dia masuk kekamar seseorang selain masuk kekamar sendiri.

Ceklek

Suara pintu terbuka , Minzi masuk dan menutup pintu pelan. Kamar Minji tidak jauh dari kamarnya. Bedanya hanya warna dinding jika di kamarnya warnanya lebih terang .

” Duduklah ” kata Minji yang tiba-tiba sudah duduk di ranjang membuat Minzi harus mengelus dadanya karena kaget.

” Aishh, kau mengagetkan saja ” kesal Minzi.

Minji hanya berkekeh pelan ‘ Mungkinkah wajahku sepertinya’ pikir Minji. ” Mulai dari mana? ” Tanya Minji serius.

Minzi menelan ludah kasarnya ” Apa makhluk sejenis Vampire nyata?” Tanya Minzi.

” Apa kau fikir aku adalah makhluk ilusi! ” Jawab Minji yang sedikit tidak percaya bahwa Minzi akan bertnya seperti itu.

” Ah, mian. Lalu apa hubungannya dengan darah suci apa, kenapa mereka mencarinya?” Tanya Minzi bertubi-tubi.

Minji menghembuskan napas beratnya dan mulai bercerita ” Karena darah suci adalah darah yang bisa memberikan mereka kekuatan ” jawab Minji.

” Lalu dimana darah suci itu? ” Tanya Minzi.

” Didalam tubuh manusia yang lahir special ” jawab Minji.

” Special? Katamu, mereka mencarinya untuk mengambil darahnya! ” Bentak Minzi.

” Tidak semudah itu, karena ada pelindungnya ” jawab Minji.

” Siapa? ” Tanya Minzi.

” Yang jelas bukan dirimu ” sindir Minji, Minzi mengendus napas kasarnya.

” Iya aku mengerti, aku memang manusia biasa tidak bisa melakukan sesuatu untuk menolongnya” kesal Minzi.

Minji hanya diam saja dan langsung berdiri membuat Minzi kaget ” kau ingin kemana?” Tanya Minzi, sedangkan Minji mengendus-ngendus .

” Sepertinya ada orang yang akan kemari!! “. Kata Minji membuat tubuh Minzi bergetar karena takut.

” Tenang saja dia manusia kok ” kata Minji membuat Minzi bernapas lega.

” Choi Minzi….kau ada di dalam? ” Teriak seseorang dari luar.

Minzi segera keluar dari kamar Minji menuju pintu utama dan membuka pintu lumayan lebar, Minzi mengerut keningnya ketika melihat Suga berburu-buru sambil menatap kebelakang terus.

” Suga, sedang apa kau kesini? ” Tanya Minzi bingung.

” Bolehkah aku masuk Minzi ” kata Suga, Minzi mengangguk kepalanya dan melihat sekeliling rumahnya. Kenapa Suga menjadi ketakutan seperti tadi.

” Yak!! Jangan melihat kesana ” bentak Suga dan langsung menutup pintu dengan sangat keras membuat bunyi BRAKK. Minzi yang disampingnya langsung melompat karena kaget.

” Yak! Sebenarnya kau kenapa hah? ” Marah Minzi kepada Suga.

” Tolong ambilkan aku air dulu ” perintah Suga . Meskipun Minzi kesal setengah mati kepada namja berkaca mata tadi , dia pergi kedapur untuk mengambil air untuknya.

” Minumlah ” kata Minzi setelah itu duduk didepan Suga.

Tidak membuang waktu Suga sudah menghabiskan air minum yang dibawakan Minzi dan mulai bercerita.

” Tadi aku sedang berjalan pulang kerumah tetapi pas didepan hutan ada orang menyeramkan, makanya aku berlari kearah rumahmu ” kata Suga dengan wajah ketakutan.

” Orang menyeramkan seperti apa? ” Tanya Minzi penasaran.

” Matanya merah darah, bergigi runcing hiii seram Minzi ” kata Suga.

” Vampire ” seru Minji yang tiba-tiba sudah berada dihadapan mereka berdua, Suga yang langsung menoleh kearah Minji setelah gadis itu selesai bicara tanpa berkedip.

Suga pov.

” Vampire ” aku langsung menoleh keasal suara dan – sungguh aku bingung Choi Minzi ada dua yang benar saja. Aku menatap mereka berdua saling bergantian benar-benar mirip.

” Jangan bingung, perkenalkan aku Choi Minji saudara Minzi ” katanya ramah, beda dengan Minzi pendiam.

” Kalian kembar ” tanyaku entah kepada siapa yang pasti sama mereka berdua. Mereka mengangguk kepalanya. Wow, ini hebat. Aku baru tahu jika Minzi punya saudara kembar.

” Jangan berlebihan seperti itu Yoongi-ssi ” katanya. Apa? Dia tahu nama asliku, wuaa dia seperti cenayang bisa tahu nama asliku. Minzi saja tidak tahu.

” Yoongi siapa? ” Tanya Minzi, benarkan dugaku.

” Nama asli namja dihadapanmu, Minzi-ah ” jawabnya.

Minzi menatapku meminta penjelasan, aku menghembus napasku.

” Bagaimana bisa dia bisa tahu, aku saja tidak tahu ” tanyanya dengan wajah kesalnya.

” Kau lupa aku siapa? ” Jawab Minji, memangnya siapa dia?

” Oh ya, katanya kau melihat Vampire dimana? ” Tanya Minji, oh ya hampir lupa soal itu.

” Disana, hutan menuju rumah ini ” jawabku.

” Berapa orang? ” Tanya Minji.

” Sekitar 3 orang ” ya, aku melihatnya hanya 3 orang.

” Kalian tenang saja mereka tidak akan bisa kemari ” sungguh dia bisa bicara setenang itu, wow gadis yang berani.

Sementara Minzi sama seperti takut, kenapa ada Vampire berkeliaran disini.

” Kalian tetap bersamaku jika mau selamat ” serunya, lalu dia berjalan ketangga.

” Dia aneh, apa maksud perkataanya tadi? ” Tanyaku kepada Minzi sedangkan dia mengendik bahunya.

” Kau jangan bilang sama teman-teman bahwa aku punya saudara kembar ” katanya.

” Memangnya kenapa ? ” Tanyaku, dia aneh sekali kenapa mereka tidak boleh tahu.

” Karena kami beda ” katanya lalu meninggalkan aku yang bingung . Ah molla, sekarang aku gimana? Menginap tidak ada salahnya. Ayolah aku takut bertemu Vampire yang dikatakan Minji tadi.

Tbc.

Black Heart – chapter 5

Black Heart – Chapter 5 . A Fanfiction By. Babychan

A cover By. Fanrene kim

Marriage life , Romance , Sadness , Drama.

Chapter, PG-19

• Oh sehun Exo
• Yoon Yoona Snsd
• Park Jiyeon T-ara / Kim Sara
• Oh Sena ( baby ) ulzzang / Kim Sena
• Jung Hoseok Bts

Ff ini adalah hasil pemikiran Babychan tanpa memplagiat karya orang lain atau ide orang lain. Mereka milik Tuhan , orang tua dan Fans. Babychan hanya meminjam untuk dijadikan Cast agar cerita ini beraroma, dan babychan tidak bermaksud melecehkan fandom manapun.

Note : hai, Babychan kembali lagi dengan membawa Fanfiction mariage life. Ada yang kangen Fanfiction buatan Babychan ini. Oh tidak ya sudah lah, terima chanyeol.

« Seandainya Cinta ini tidak pernah terjadi, tiada air mata dan hati terluka »

Happy Reading!!!!! ~

Sena meneguk kepalanya sehabis bertemu dengan Sehun, gadis kecil itu berjalan lurus kekamarnya bahkan tidak menghiraukan Jiyeon memanggilnya. Jiyeon menghela napasnya lalu masuk kekamar putrinya, Sena menangis tersedu-sedu. Jiyeon tersenyum tipis hatinya sangat sakit ketika melihat putrinya menangis, Jiyeon mengelus rambut panjangan Sena dengan pelan.

” Eomma….kenapa Appa meninggalkan Sena? ” Tanya Sena. Jiyeon tersentak kenapa tiba-tiba menanyakan Sehun.

” Eomma sudah pernah bercerita tentang ini Sena, Wae? ” Tanya Jiyeon. Sena menghapus air matanya yang mengalir di pipinya lalu menggelengkan kepalanya.

” Sena hanya ingin bertemu Appa Eomma ” Seru Sena, Jiyeon mengalihkan pandangannya lalu menatap Sena sendu.

Jiyeon tahu ini memang Egois harus menyembunyikan Sena tentang Sehun, dia belum siap untuk sakit sekian kalinya mungkin untuk Sena maupun dirinya.

” Baiklah, Eomma akan pertimbangkan. Ayo senyum ” kata Jiyeon akhirnya dia menyerah tidak mengabulkan permintaan putrinya yang selama ini sudah menderita karena tidak punya Ayah seperti anak seusianya.

” Hore, Sena sayang Eomma ” Sorak Senang Sena lalu mencium pipinya jiyeon sambil memeluknya.

” Lihatlah, bahkan dia tertawa sangat mirip denganmu Oppa ” batin Jiyeon menangis.

•••••

Jung Hoseok sedang mengaduk minumannya yang sejak tadi dipesannya ketika dia ingin minum matanya menatap sosok yang telah lama menghilang. Hoseok menggelengkan kepalanya bahwa dia sedang berkhayal saking merindukan Jiyeon setengah hidupnya.

Dia juga mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa orang dihadapannya memang benar Jiyeon.

” Yeon-ah ” Lirihnya sambil berjalan menghampiri Jiyeon yang berjalan kesalah satu kursi dengan menggandeng tangan mungil Sena.

” Eomma, aku ingin bubble tea rasa coklak dan cake Coklat ini ” Seru Sena membuat langkah Hoseok berhenti, mungkinkah orang dihadapannya adalah orang yang sama atau tidak.

Jiyeon mengelus rambut Sena lalu mulai berpesan ketika itu mata Jiyeon menatap seorang lelaki yang menatap dirinya ” Hoseok ” Lirihnya, Sena penasaran kenapa ibunya tidak kunjung memesan makanan kesukaan dirinya, lalu dia menatap ibu yang sedang menatap orang dibelakang Sena.

” Eomma, paman itu siapa? ” Tanya Sena penasaran.
Jiyeon menyadari itu semua lalu dia berkata ” Eomma juga tidak kenal ” perkataan Jiyeon menyakiti Hoseok.

” Oh ” – Sena.

Hoseok membalik tubuhnya mungkinkah dia salah orang tetapi hati kecilnya mengatakan bahwa dia memang jiyeon ” bolehkah aku duduk disini? ” Kata Hoseok lalu duduk tanpa menunggu jawaban mereka.

Hoseok tersenyum menghiasi wajah tampannya membuat Sena melongo ketika senyum itu ditunjukan oleh ibunya.
” Halo nak manis, siapa namamu?. ” Tanya Hoseok ceria membuat Sena ikut ceria, ” Kim Sena ahjusi. ” Jawab Sena. Hoseok mengerut keningnya ketika mendengar marganya ‘ Kim ‘ bukan ‘ Park ‘ atau ‘ Oh ‘ apalagi ‘ Jung ‘ itu pasti tidak mungkin.

” Ahjusi mengenal Eomma Sena?. ” Tanya Sena, Hoseok kembali tersenyum lalu mengacak rambut Sena gemas. Kepala mengangguk meniyakan pertanyaan Sena, ” Jinjja.” Seru Sena. Sekali lagi kepala Hoseok mengangguk.

” Kalau Eomma gimana?. ” Tanya Sena sambil menatap ibunya.

Park Jiyeon tidak langsung menjawab, dia hanya diam saja menatap Sena sedih lalu menarik tangan Sena ” Haraboji sudah menunggu kita. ” Kata Jiyeon. Sena menatap ibunya untuk meminta penjelasan, ayolah Sena bukan anak kecil yang bodoh dia memiliki IQ diatas rata-rata anak 5tahun. Jiyeon menghembuskan napas pelannya ” katanya kau ingin bertemu ayah hm?.” Kata Jiyeon, Sena mengangguk kepalanya dan menatap Hoseok ” Ahjusi, Sena pergi dulu ya? Semoga bertemu lagi dah. ” Sorak Sena sambil melambaikan tangannya. Sedangkan Hoseok membalasnya ‘ tentu, kita pasti bertemu lagi. ‘ Batin Hoseok.

***

” Mom, kenapa kita kesini. katanya mau bertemu Ayah?. ” Kata Sena menatap sekitar yang hanya ditumbuhi oleh rumput liar lalu banyak gundukan tanah masing-masing ada papan nama diujung gundukan tanah. Jiyeon membawa Sena kesebuah pemakaman yang tertulis nama ‘ Kim Jong In ‘, apapun alasannya dia belum siap menunjukan kepada Sena.

” Disini. ” Kata Jiyeon sambil menunjukan sebuah gundukan.

Mata Sena berkaca-kaca menatap Ibu dan Gundukan tanah secara bergantian, Jiyeon tidak usah menjelaskannya toh Sena tahu apa arti semua ini.

” Jadi Ayah sudah meninggal?. ” Isakan Sena mulai terdengar. Jiyeon memeluk putrinya. ‘ Iya, dia sudah mati dikehidupan Eomma’ batin Jiyeon.

Waktu memang akan menjawab semua tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, toh mereka berada ditempat sama. Ya Sehun bersama Yoona sedang menemui pemakaman putranya, mereka berdoa semoga putranya bahagia disana.

” Hiks….hiks…. Katakan semua ini tidak benar, bukannya paman Kim Jong In itu anak dari Kakek dan nenek?. ” Teriak Sena membuat Jiyeon panik, bagaimana bisa Sena tahu tentang hal ini.

” Katakan Mom….hiks…Ayah Sena masih hidup. ” Jiyeon memeluk Sena dan membelai rambut panjang Sena.

” Ayah Sena memang masih hidup, dia akan selalu hidup disini. ” Kata jiyeon sambil menyentuh letak hati Sena dan mengusap air mata yang sempat mengalir.

” Hiks…. Mommy. ” Sena memeluk Ibunya dengan erat.

Mata Sena tidak sengaja menatap siluet seseorang yang dia kenal, dia mengusap pipinya lalu melepaskan pelukan ibunya ” Mom, Sena ingin kesana menemui seorang paman. ” Kata Sena membuat jiyeon mengerutkan keningnya ‘ seorang paman’ batin Jiyeon.

Tanpa persetujuan Ibunya, Sena sudah berjalan kesana. Entah apa yang mereka bicara yang pasti Sena sedang menunjukan kearah Jiyeon. Sempat kaget setelah mereka bertatap muka meskipun arah pandang Jiyeon bukan mengarah kepadanya tetapi dia tahu bahwa orang bersama adalah orang yang sama dulu.

” Jiyeon?.” Kata hati Sehun.

.

.

.

.

TBC.

Black Heart – chapter 5

Black Heart – Chapter 5 . A Fanfiction By. Babychan

A cover By. Fanrene kim

Marriage life , Romance , Sadness , Drama.

Chapter, PG-19

• Oh sehun Exo
• Yoon Yoona Snsd
• Park Jiyeon T-ara / Kim Sara
• Oh Sena ( baby ) ulzzang / Kim Sena
• Jung Hoseok Bts

Ff ini adalah hasil pemikiran Babychan tanpa memplagiat karya orang lain atau ide orang lain. Mereka milik Tuhan , orang tua dan Fans. Babychan hanya meminjam untuk dijadikan Cast agar cerita ini beraroma, dan babychan tidak bermaksud melecehkan fandom manapun.

Note : hai, Babychan kembali lagi dengan membawa Fanfiction mariage life. Ada yang kangen Fanfiction buatan Babychan ini. Oh tidak ya sudah lah, terima chanyeol.

« Seandainya Cinta ini tidak pernah terjadi, tiada air mata dan hati terluka »

Happy Reading!!!!! ~

Sena meneguk kepalanya sehabis bertemu dengan Sehun, gadis kecil itu berjalan lurus kekamarnya bahkan tidak menghiraukan Jiyeon memanggilnya. Jiyeon menghela napasnya lalu masuk kekamar putrinya, Sena menangis tersedu-sedu. Jiyeon tersenyum tipis hatinya sangat sakit ketika melihat putrinya menangis, Jiyeon mengelus rambut panjangan Sena dengan pelan.

” Eomma….kenapa Appa meninggalkan Sena? ” Tanya Sena. Jiyeon tersentak kenapa tiba-tiba menanyakan Sehun.

” Eomma sudah pernah bercerita tentang ini Sena, Wae? ” Tanya Jiyeon. Sena menghapus air matanya yang mengalir di pipinya lalu menggelengkan kepalanya.

” Sena hanya ingin bertemu Appa Eomma ” Seru Sena, Jiyeon mengalihkan pandangannya lalu menatap Sena sendu.

Jiyeon tahu ini memang Egois harus menyembunyikan Sena tentang Sehun, dia belum siap untuk sakit sekian kalinya mungkin untuk Sena maupun dirinya.

” Baiklah, Eomma akan pertimbangkan. Ayo senyum ” kata Jiyeon akhirnya dia menyerah tidak mengabulkan permintaan putrinya yang selama ini sudah menderita karena tidak punya Ayah seperti anak seusianya.

” Hore, Sena sayang Eomma ” Sorak Senang Sena lalu mencium pipinya jiyeon sambil memeluknya.

” Lihatlah, bahkan dia tertawa sangat mirip denganmu Oppa ” batin Jiyeon menangis.

•••••

Jung Hoseok sedang mengaduk minumannya yang sejak tadi dipesannya ketika dia ingin minum matanya menatap sosok yang telah lama menghilang. Hoseok menggelengkan kepalanya bahwa dia sedang berkhayal saking merindukan Jiyeon setengah hidupnya.

Dia juga mengucek kedua matanya untuk memastikan bahwa orang dihadapannya memang benar Jiyeon.

” Yeon-ah ” Lirihnya sambil berjalan menghampiri Jiyeon yang berjalan kesalah satu kursi dengan menggandeng tangan mungil Sena.

” Eomma, aku ingin bubble tea rasa coklak dan cake Coklat ini ” Seru Sena membuat langkah Hoseok berhenti, mungkinkah orang dihadapannya adalah orang yang sama atau tidak.

Jiyeon mengelus rambut Sena lalu mulai berpesan ketika itu mata Jiyeon menatap seorang lelaki yang menatap dirinya ” Hoseok ” Lirihnya, Sena penasaran kenapa ibunya tidak kunjung memesan makanan kesukaan dirinya, lalu dia menatap ibu yang sedang menatap orang dibelakang Sena.

” Eomma, paman itu siapa? ” Tanya Sena penasaran.
Jiyeon menyadari itu semua lalu dia berkata ” Eomma juga tidak kenal ” perkataan Jiyeon menyakiti Hoseok.

” Oh ” – Sena.

Hoseok membalik tubuhnya mungkinkah dia salah orang tetapi hati kecilnya mengatakan bahwa dia memang jiyeon ” bolehkah aku duduk disini? ” Kata Hoseok lalu duduk tanpa menunggu jawaban mereka.

Hoseok tersenyum menghiasi wajah tampannya membuat Sena melongo ketika senyum itu ditunjukan oleh ibunya.
” Halo nak manis, siapa namamu?. ” Tanya Hoseok ceria membuat Sena ikut ceria, ” Kim Sena ahjusi. ” Jawab Sena. Hoseok mengerut keningnya ketika mendengar marganya ‘ Kim ‘ bukan ‘ Park ‘ atau ‘ Oh ‘ apalagi ‘ Jung ‘ itu pasti tidak mungkin.

” Ahjusi mengenal Eomma Sena?. ” Tanya Sena, Hoseok kembali tersenyum lalu mengacak rambut Sena gemas. Kepala mengangguk meniyakan pertanyaan Sena, ” Jinjja.” Seru Sena. Sekali lagi kepala Hoseok mengangguk.

” Kalau Eomma gimana?. ” Tanya Sena sambil menatap ibunya.

Park Jiyeon tidak langsung menjawab, dia hanya diam saja menatap Sena sedih lalu menarik tangan Sena ” Haraboji sudah menunggu kita. ” Kata Jiyeon. Sena menatap ibunya untuk meminta penjelasan, ayolah Sena bukan anak kecil yang bodoh dia memiliki IQ diatas rata-rata anak 5tahun. Jiyeon menghembuskan napas pelannya ” katanya kau ingin bertemu ayah hm?.” Kata Jiyeon, Sena mengangguk kepalanya dan menatap Hoseok ” Ahjusi, Sena pergi dulu ya? Semoga bertemu lagi dah. ” Sorak Sena sambil melambaikan tangannya. Sedangkan Hoseok membalasnya ‘ tentu, kita pasti bertemu lagi. ‘ Batin Hoseok.

***

” Mom, kenapa kita kesini. katanya mau bertemu Ayah?. ” Kata Sena menatap sekitar yang hanya ditumbuhi oleh rumput liar lalu banyak gundukan tanah masing-masing ada papan nama diujung gundukan tanah. Jiyeon membawa Sena kesebuah pemakaman yang tertulis nama ‘ Kim Jong In ‘, apapun alasannya dia belum siap menunjukan kepada Sena.

” Disini. ” Kata Jiyeon sambil menunjukan sebuah gundukan.

Mata Sena berkaca-kaca menatap Ibu dan Gundukan tanah secara bergantian, Jiyeon tidak usah menjelaskannya toh Sena tahu apa arti semua ini.

” Jadi Ayah sudah meninggal?. ” Isakan Sena mulai terdengar. Jiyeon memeluk putrinya. ‘ Iya, dia sudah mati dikehidupan Eomma’ batin Jiyeon.

Waktu memang akan menjawab semua tentang apa yang telah terjadi di masa lalu, toh mereka berada ditempat sama. Ya Sehun bersama Yoona sedang menemui pemakaman putranya, mereka berdoa semoga putranya bahagia disana.

” Hiks….hiks…. Katakan semua ini tidak benar, bukannya paman Kim Jong In itu anak dari Kakek dan nenek?. ” Teriak Sena membuat Jiyeon panik, bagaimana bisa Sena tahu tentang hal ini.

” Katakan Mom….hiks…Ayah Sena masih hidup. ” Jiyeon memeluk Sena dan membelai rambut panjang Sena.

” Ayah Sena memang masih hidup, dia akan selalu hidup disini. ” Kata jiyeon sambil menyentuh letak hati Sena dan mengusap air mata yang sempat mengalir.

” Hiks…. Mommy. ” Sena memeluk Ibunya dengan erat.

Mata Sena tidak sengaja menatap siluet seseorang yang dia kenal, dia mengusap pipinya lalu melepaskan pelukan ibunya ” Mom, Sena ingin kesana menemui seorang paman. ” Kata Sena membuat jiyeon mengerutkan keningnya ‘ seorang paman’ batin Jiyeon.

Tanpa persetujuan Ibunya, Sena sudah berjalan kesana. Entah apa yang mereka bicara yang pasti Sena sedang menunjukan kearah Jiyeon. Sempat kaget setelah mereka bertatap muka meskipun arah pandang Jiyeon bukan mengarah kepadanya tetapi dia tahu bahwa orang bersama adalah orang yang sama dulu.

” Jiyeon?.” Kata hati Sehun.

.

.

.

.

TBC.